Ya saya pernah patah hati, bukan hanya saya mungkin semua orang pernah merasakan nya !
Begitu lah kesadaran akan adanya potensi patah hati seharusnya membuat orang lebih berkomitmen dengan orang-orang yang dicintainya.Apakah itu juga bisa diterapkan untuk kekasih kita ? PASTI !
Saya harap kamu tidak salah mengartikan kalimat saya berikut ini :Kemungkinan selalu ada bahwa sewaktu-waktu kekasihmu akan meninggalkanmu.
Entah karena dipanggil Tuhan atau karena sebab lain.
Jika benar bahwa selama ini kamu telah sungguh-sungguh mencintainya, mestinya kamu akan mengatakan,
"oke, pergilah. Aku tidak akan menyesal diri. Toh selama ini aku telah mencintaimu sepenuh hati."
Namun, yang bisa terjadi malah sebaliknya!
"Untung aku cuma main-main mencintainya. Jadi, ketika ia pergi aku tidak terlalu rugi!".
Saya kira ini berpikir cara keliru.Mencintai dengan main-main kok UNTUNG !
Mencintai orang lain dengan tidak sungguh-sungguh seharusnya dipandang sebagai kelalaian.
Sebab, kesempatan bisa mencintai orang lain merupakan kesempatan yang sangat berharga.
Setau saya sih, tidaklah salah satu perintah utama kita di dunia ini adalah mencintai orang lain seperti kita mencintai diri kita sendiri.
